Tujuh Faedah Amalan Hari Jum’at

  • Whatsapp
Ilustrasi Masjid dan Kaligrafi Jumat Mubarok
Ilustrasi Masjid dan Kaligrafi Jumat Mubarok

Faedah Agung Yang Khusus di Amalkan di Hari Jum’at.

1. Barangsiapa yang membaca “Ya Muhaimin 100x” setelah mandi jum’ah, maka Allah SWT akan memberikan kewibawaan dan kemulyaan.

Bacaan Lainnya

2. Barangsiapa yang membaca surat Al-Qodar 7x antara 2 adzan di hari jum’ah, maka Allah SWT akan melunasi semua hutangnya.

3. Barangsiapa yang berucap Ya Baathin 33x setelah sholat jum’ah, Allah swt akan menjadikan-nya dari ahli bathin.

4. Barangsiapa setelah sholat jum’at membaca “Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas” masing 7x tanpa merubah posisi duduknya (tasyahhud akhir) dan tanpa berbicara sebelumnya, maka Allah SWT akan menjaganya dari semua kejelekan sampai jum’at berikutnya.

5. Barangsiapa setelah sholat jum’ah membaca “ALLOOHUMMA AKFINIY BIHALAALIKA ‘AN HAROOMIKA WAGHNINIY BIFADLIKA ‘AMMAN SIWAAK”, maka segala kebutuhannya akan terpenuhi hingga hari berikutnya.

6. Barangsiapa yang berdoa “YAA GHONIYYU YAA MUGHNIIY 40X”, setiap 10 dari bacaan tersebut ditambahi AGHNINIY, ketika do’a mukminin mukminaat pada khutbah kedua, maka Allah SWT akan meluaskan rizkinya.

7. Barangsiapa yang bersholawat kepada Nabi SAW setelah ashar hari jum’at 80x, maka Allah SWT akan mengampuni dosanya 80 tahun, jika memang si pembaca tidak memiliki dosa sebanyak itu,maka keutamaan tersebut akan diberikan kepada kedua orangtuanya dan Allah SWT akan mengangkat derajat mereka.

Ada riwayat bahwasan-nya yang membaca sholawat dengan sighoh ini “ALLOOHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN NABIYYIL UMMIY WA ‘ALAA AALIHI WASOHBIHI WA SALLIM TASLIIMAA” setelah asar hari jum’at, maka akan ditulis untuknya pahala ibadah 80 tahun. “Barangsiapa yang memperbanyak sholawat atas Nabi SAW, maka Allah SWT akan menyelesaikan semua urusannya, mengampuni segala dosanya, melunasi hutangnya, dan sholawat tersebut akan menjadikan sebab dia memperoleh syafaat Nabi SAW, dia kan berada paling dekat kedudukan-nya di sisi Nabi SAW pada saat hari kiamat”. (*)

 

Dilangsir dari majlis Habib Zein bin Sumaith dan Habib Saalim As-Syaatiri.

Pos terkait